Kamis, 10 Juni 2010

DASAR-DASAR PERLINDUNGAN TANAMAN

STEPHANODERES HAMPEI FERR.
(salah satu hama perusak buah pada KOPI)
Makalah ini diajukan untuk memenuhi salah satu tugas madiri mata kuliah
DASAR-DASAR PERLINDUNGAN TANAMAN
Dosen: Ir. Cecep Hidayat, MP







Disusun Oleh :
MEILYA NUROKHMAH 208700989

Jurusan Agrotechnology semester III

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2009
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur yang tak hingga penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberi rahmat dan karunianya serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini.
Makalah ini berjudul “STEPHANODERES HAMPEI FERR. (salah satu hama perusak buah pada KOPI)” bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah DASAR-DASAR PERLINDUNGAN TANAMAN, semester III tahun akademik 2009/2010.
Dalam penyusunan makalah ini penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselsaikannya makalah ini.
Demikian makalah ini telah penulis selesaikan, dalam penyusunannya mungkin masih banyak kekurangannya, untuk itu penulis mohon saran dan kritik dari para pembaca sebagai evaluasi bagi penyusunan makalah yang akan datang.


Bandung, Oktober 2009

Penulis




DAFTAR ISI

Kata Pengantar i
Daftar Isi ii
BAB I PENDAHULUAN 1
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Rumusan Masalah 1
1.3 Tujuan 2
BAB II PEMBAHASAN 3
2.1 STEPHANODERES HAMPEI FERR. 3
2.1.1 CIRI FISIK 3
2.1.2 PEKEMBANGBIAKAN/ PERUSAKAN 3
2.1.3 GEJALA-GEJALA 4
2.1.4 PEMBERANTASAN 5
2.2 HAMA DAN PENYAKIT LAINNYA 9
2.2.1 HAMA 9
a. AKAR 9
b. BATANG/ DAHAN 9
c. DAUN/ TUNAS 10
2.2.2 PENYAKIT 10
a. AKAR 10
b. BATANG/ RANTING 11
c. DAUN 11
d. BUAH 12
BAB III PENUTUP 13
3.1 KESIMPULAN 13
3.2 SARAN 13
DAFTAR PUSTAKA 14













BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Tanaman kopi adalah tanaman yang berasal dari benua Afrika. Jenis kopi yang banyak ditanam di Indonesia adalah jenis Arabika dan Robusta. Kopi Arabika dikembangakan di Indonesia menjelang abad ke-17, dan kopi Robusta pada abad ke-19.
Di beberapa perkebunan kopi banyak dikenal gangguan-gangguan yang sangat merugikan. gangguan-gangguan tersebut kebanyakan disebabkan oleh hama dan penyakit, juga disebabkan keadaan sekeliling, yang pada umumnya menyerang pada akar, batang, ranting, bunga, buah, dan daun.
Dan salah satu yang paling dikenal sebagai hama yang paling merugikan adalah STEPHANODERES HAMPEI FERR. Atau BUBUK BUAH KOPI.
1.2 Rumusan Masalah
 Apa yang dimaksud dengan STEPHANODERES HAMPEI FERR.? Bagaimana ciri-ciri fisiknya? Bagaimana cara perkembangbiakan/ perusakannya? Apa saja gejala-gejala yang ditimbulakannya? Serta bagaimana cara pemberantasannya?
 Hama dan penyakit apa saja yang menyerang tanaman kopi selain STEPHANODERES HAMPEI FERR.?
 Apa yang menyebabkan serangan hama dan penyakit pada tanaman kopi tersebut?
 Apa yang menjadi tanda-tanda serangan hama dan penyakit pada tanaman kopi tersebut?
 Bagaimana cara pemberantasan terhadap serangan hama dan penyakit pada tanaman kopi tersebut?
1.3 Tujuan
 Mengetahui apa yang dimaksud dengan STEPHANODERES HAMPEI FERR., beserta ciri-ciri fisiknya, cara perkembangbiakan/ perusakannya, gejala-gejala yang ditimbulakannya, Serta cara pemberantasannya.
 Mengetahui berbagai macam hama dan penyakit yang menyerang tanaman kopi selain STEPHANODERES HAMPEI FERR.
 Mengetahui penyebab serangan hama dan penyakit pada tanaman kopi tersebut.
 Mengetahui tanda-tanda terjadinya serangan hama dan penyakit pada tanaman kopi tersebut.
 Mengetahui cara pemberantasan terhadap serangan hama dan penyakit pada tanaman kopi tersebut.











BAB II
PEMBAHASAN

2.1 STEPHANODERES HAMPEI FERR.
Stephanoderes hampei adalah salah satu jenis hama yang menyerang kopi, yang mana merupakan jenis bubuk yang sangat merugikan pada buah, yaitu bubuk buah. Serangan yang hebat akan menyebabkan kerugaian yang bisa mencapai 80%. Kerusakan yang terutama karena terjadi pembusukan dan keguguran buah.
2.1.1 CIRI FISIK
Hama ini merupakan kumbang kecil yang aktif melakukan gerakan sekitar jam 16.00 sampai jam 18.00. Hama ini disebut Cryphalus hampei FERR..
Hama ini berwarna hitam (untuk bubuk yang besarnya sekitar 1–1,5 mm berwarna coklat tua), dengan hidupnya yang selalu menyembunyikan diri.
2.1.2 PERKEMBANGBIAKAN/ PERUSAKAN
Cara perkembangbiakannya dapat dijelaskan, bahwa pada mula-mula bubuk yang dewasa akan menggerek bagian ujung buah, gerekannya ini selanjutnya ditujukan pada sebuah keping biji buah kopi, induk bubuk meletakan telur-telurnya dalam rongga pada keping yang selalu digereknya. Produksi telur tiap induk rata-rata antara 15 sampai 56 butir. Ternyata setelah telur itu menetas perusakan terhadap keping biji dalam buah diperhebat oleh larvanya, habis keping dalam satu buah pindah ke buah lain demikianlah seterusnya, akibatnya banyak buah atau biji yang tampak dari luar sangat baik, kenyataan di dalamnya kosong (keping-kepingnya sudah tak ada).
Tergantung dari faktor ekologis yang mempengaruhinya maka perkembangan dari sejak telur hingga menjadi pupa atau kumbang kecil/ bubuk perusak buah dapat dikemukakan sebagai berikut:
a. Periode telur berlangsung selama 3 sampai 14 hari;
b. Stadium larva berlangsung sekitar 19 sampai dengan 25 hari dan pupanya sekitar 5 sampai dengan 11 hari;
c. Siklus hidupnya pada temperature 28oC berlangsung antara 18 sampai 19 hari, pada dataran tinggi dengan temperature 17oC siklus hidupnya itu berlangsung sekitar 95 sampai dengan 196 hari. Tetapi pada temperature di atas 33oC kenyataannya bubuk-bubuk pengrusak buah ini sulit sekali mengembangkan keturunannya, dapat lumpuh dan punah.
2.1.3 GEJALA-GEJALA
Gejala-gejala serangannya pada buah kopi yang muda menyebabkan buah menjadi berwarna kuning, mengalami pembusukkan dan akhirnya berguguran. Sedang serangannya pada buah kopi yang tua, tampak dari luar buah tumbuh dengan baik (tidak ada perubahan warna dan tidak mudah berguguran) padahal bagian dalamnya keropos sama sekali, tidak ada nilainya lagi. Kerusakan demikian pernah mencapai sampai 40% yaitu sekitar tahun 1967 dan 1968, padahal dalam keadaan yang biasa kerusakan pada umumnya hanya sekitar antara 1% sampai dengan 10% saja.
Perbedaan tingkat kerusakan ternyata sangat tergantung pula pada varietas kopi yang ditanam, berdasarkan penelitian ternyata:
a) Varietas Liberia dan Perieri merupakan varietas yang paling tahan terhadap serangan hama bubuk buah kopi;
b) Varietas Robusta dan Uganda merupakan varietas yang agak tahan;
c) Varietas Quillow merupakan varietas yang paling peka.
Selanjutnya, berdasarkan penelitian, induk bubuknya hanya akan meletakkan telur pada buah kopi yang tua, sedang aktivitas menggereknya pada buah kopi yang masih muda hanyalah untuk memenuhi kebutuhan bahan pangannya.
Musuh alami bubuk buah kopi ini terutama cendawan di samping Prorgps nasuta, Heterodpilus coffeicala, Plemyziztis denachares, Sapthonica ventralia. Cendawan yang dapat mematikan bubuk buah kopi misalnya Botritis stephanoderis, Spicaria javanica yang banyak terjadi pada buah kopi. Pada musim penghujan di mana keadaan udara cukup lembab, terjadinya gesekan antar buah kopi sangat mendorong timbulnya cendawan tersebut yang selanjutnya karena hama bubuk buah kopi selalu berkeliaran di sekitrnya, hype cendawan akan menjeratnya sehingga hype akan tumbuh pada kumbang kecil/ bubuk perusak buah kopi, akibatnya menyebabkan kematian hama buah kopi tersebut. Cendawan lain yang dapat menekan populasi hama ialah Beauveria bassiana.
2.1.4 PEMBERANTASAN
Untuk melakukan pemberantasan pada hama bubuk buah kopi ini dapat dilakukan dengan tindakan preventif dan kuratif.
a. Tindakan preventif:
yaitu dengan melakukan pembudidayaan tanaman dengan baik, sejak pengolahan tanah, pembibitan dengan varietas unggul, pemilihan bibit yang akan ditanam, pengaturan pohon pelindung serta pemangkasan-pemangkasannya.
b. tindakan kuartif (langsung):
1. melaksanakan cara mekanis, pemetikan buah-buahnya yang terserang serta pengumpulan buah muda yang telah jatuh;
2. melaksanakan pemetikan secara missal apabila menurut penelitian serangannya telah berlangsung berat;
3. melaksanakan pemetikan terhadap buah yang tertinggal setelah masa panen.
Untuk membinasakan bubuk yang terdapat pada buah yang dipetik ini sebaiknya diberi perlakuan dengan cara merendamnya untuk sementara waktu dalam air panas sekitar 50oC.
Adapun tindakan kuartif secara kimiawi dengan insektisida/ pestisida, biasanya dilakukan penyemprotan dengan: BHC, DDT, Dieldrin, Lindane.
Dusting dengan Lindane kadang-kadang dapat membantu pemberantasan hama tersebut, jelasnya Lindane 2% dengan dosis 50 kg bagi satu hektar, Lindane dust 7% dengan dosis 10 kg bagi satu hektar.
Anjuran SHELL yang perlu diperhatikan:
Endrin dust 1%................................................ 10 kg per hektar
Aldrin 2 ½ dust………………………………………………. 10 kg per hektar
Endrin 19,2% EC (spraying)…………………………….. 500 gr per hektar
Dieldrn (spraying)…………………………………………… 500 gr per hektar


stephanoderes hampei
Cryphalus hampei

2.2 HAMA DAN PENYAKIT KOPI LAINNYA
2.2.1 HAMA
Hama-hama yang menyerang tanaman kopi yang sangat merugikan selain hama Stephanoderes hampei yang menyerang buah ada juga hama-hama lain yaitu hama yang terdapat pada akar, batang/ dahan , dan daun/ tunas-tunas.
a. AKAR
Dari berbagi macam perusak akar, yang terpenting adalah Nematoda dari jenis-jenis:
a. Tylenchus Coffeae dan Tylenchus similis (Cacing Akar)
b. Haterodera marioni
Kedua jenis Tylenchus besarnya sekitar 0,55 mm, tak dapat dilihat dengan mata biasa; sedangkan Haterodera marioni bentuknya cylindris, agak besar. Cacing-cacing ini menyerang akar-aka kecil, hama ini dapat diberantas dengan cara pengolahan tanah dan giliran tanaman yang sempurna yang baik; menghapuskan tanaman inang; dan ditanam dengan penutup tanah seperti lamtoro, crotalaria, salvia.
b. BATANG/ DAHAN
Penggerek batang ini bermacam-macam, yang biasanya disebut bubuk batang. Ada dua jenis hama yang penting, yang menyerang batang yaitu:
a. Penggerek Merah (Zeuzera Coffea)
Penyebabnya ialah Kumbang merah (Zeuzera coffea Nietn). Cara pemberantasan yang dapat dilakukan adalah dengan cara memangkas cabang-cabang yang diserang; membuang pohon-pohon yang telah mati; dan DDT atau BHC dimasukan dalam lubang.


b. Penggerek ranting (bubuk)
Penyebabnya ada dua macam, yaitu Xylosandrus-morstati dan Xylosandrus-morigerus, atau keduanya sering disebut bubuk dahan. Perbedaan dari kedua macam penggerek ini adalah, jika Xylosandrus morstati berwarna coklat, sedangkan Xylosandrus morigerus berwarna hitam. Pemberantasan yang dapat dilakukan yaitu: Langsung memotong yang digerek dan dibakar; memperbaiki keadaan tanaman; menanam tanaman yang lebih tahan terhadapnya.
c. DAUN/ TUNAS
Hama pengrusak daun/ tunas lebih tepat disebut kutu tanaman. Kutu tanaman ini ada tiga terpenting, yaitu:
a. Pseudococcus citri; secara langsung menyerang kopi, yang sebagian besar bersarag ditengah-tengah dompolan bunga dan buah; mereka merusak bagian-bagian tersebut.
b. Coccus viridis; warnanya hijau muda sampai hijau tua, kadang-kadang juga berwarna coklat. Maka jenis ini sering disebut kutu hijau. Bagian yang diserang adalah batang dan ranting-ranting yang masih hijau, lunak.
Coccus viridis
c. Ferrissia virgata; terutama terdapat pada naungan lamtoro. Dari pohon naungan ini dpat menjalar pada pohon kopi. Karena banyak terdapat pad pohon lamtoro, maka kutu-kutu ini lebih dikenal dengan nama kutu-kutu lamtoro.

2.2.2 PENYAKIT
a. AKAR
Penyakit ini ada dua macam, yaitu: Penyakit Akar Hitam dan Penyakit Akar Coklat.
Penyebab Penyakit Akar Hitam (Rosellinia bunudes) adalah Cendawan Rosellina bunodes dan Cendawan Rosellina arcuata. Sedangkan Penyakit Akar Coklat (Fomes noxius) disebabkan oleh cendawan Fomes noxius atau Phellinus lamaensis. Benang cendawan yang masih muda berwarna coklat jernih; yang tua berwarna coklat sampai coklat hitam.
Cara pemberantasan yang dilakukan yaitu pohon-pohon yang sakit sampai akar-akarnya, dibakar sampai habis; membuat slokan (isolasi) di sekitar yang terdapat serangan, sedalam 1 m; Mengatur drainase yang baik; lobang bekas bongkaran diberi tepung belerang: tiap lobang 200 gram, dimasukan dalam tanah/ dicampur.
b. BATANG/ RANTING
Penyakit ini disebabkan oleh jamur upas (Corticium salmonicolor). Ini merupakan penyakit yang penting pada perkebunan kopi, terutama pada daerah-daerah yang beriklim basah. Pemberantasan yang dilakukan yaitu dengan cara memotong bagian batang yang masih sehat dibawah tanaman yang diserang, dan sebelum dipotong terlebih dahulu diberi fungisida, lalu bagian yang dipotong harus dibakar.
c. DAUN
Ada tiga macam penyakit pada daun, yaitu Karat daun, Cercospora coffeicola, dan Penyakit hangus.
• Karat daun
Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Hemileia vastarix. Pemberantasnya bisa dilakukan dengan fungisida; yang banyak dipakai adalah BB 1% sebanyak 2000 1/ Ha, diulang 2-3 minggu sekali.

• Cercospora coffeicola
penyakit ini disebabkan oleh cendawan Cercospora coffeicola. Pemberantasannya bisa delakukan dengan penyemprotan dengan BB, mengurangi kelembaban dengan mengurangi penyiraman, memperbaiki drainase dan mengurangi peneduh, dan memotong bagian daun yang sakit dan membakarnya.
• Penyakit hangus
Penyakit ini yang disebabkan oleh cendawan Root-dauw ini diberantasan dengan menyemprot semua serangga dengan insektisida dan lapisan hitam dibersihkan.
d. BUAH
Ada dua jenis penyakit pada daun yaitu, Cephaleuros coffea dan Buah rontok.
• Cephaleuros coffea
Gejala yang ditimbulkan yaitu, pada permukaan kulit buah yang belum masak terdapat bercak-bercak hitam. Akhirnya seluruh kulit dapat berwarna hitam dan kering sebelum buah masak.
• Buah rontok
Rontoknya buah disebabkan sengaja dirontokkan pohon-pohonnya karena macam-macam tingkat pertumbuhan buah dan disebabkan pula oleh pengaruh dari luar, dikarenakan keadaan terlalu lembab dan gelap, dapat juga terjadi karena musim panas.


BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Tanaman kopi sebagai salah satu tanaman perkebunan yang banyak dibudidayakan di Indonesia, sangat rentan terhadap hama dan penyakit, dan sangat butuh perlakuan khusus dalam pemberantasannya.
3.2 SARAN
Diperlukan pengetahuan untuk melakukan pemberantasan terhadap hama dan penyakit pada tanaman kopi, sehingga petani perlu diberi pengetahuan khusus tentang cara-cara pemberantasan yang baik.










DAFTAR PUSTAKA

Kartasapoetra, A.G. 1987. HAMA TANAMAN PANGAN DAN PERKEBUNAN. Jakarta: BUMI AKSARA.
Kanisius, Agraris Aksi. 1993. Bercocok Tanam Kopi. Yogyakarta: Kanisius.
http://www.forestryimages.org/browse/subthumb.cfm
http:www.forestryimages.org/browse/detail.cfm
http://nzdl.sadl.uleth.ca/cgi-bin/library
http://www.forestryimages.org/images
http://runetwork.demo.zadi.de/html
http://books.google.co.id/books

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar