Minggu, 06 Januari 2013

LAPORAN PRAKTIKUM PERSILANGAN


LAPORAN PRAKTIKUM
    

PERSILANGAN TANAMAN:
KACANG MERAH
TOMAT
JAGUNG

http://htmlimg3.scribdassets.com/4dn0hw1rnkknw1a/images/3-8f40b2a34c/000.jpg












Disusun oleh:
MEILYA NUROKHMAH         208700989





AGROTECHNOLOGY SEMESTER IV


FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2010
I.                   Judul                                       : Persilangan Kacang Merah
II.                Tujuan                        : Mengetahui cara persilangan teknik persilangan kacang merah
III.             Dasar Teori                :
                        Kacang merah termasuk tanaman pangan yang sudah lama dibudidayakan di Indonesia. Budidaya kacang merah relative mudah dengan resiko kegagalan yang kecil. Namun demikian, peningkatan luas pertanamannya hanya sekitar 5 % per tahun. Peningkatan yang lambat ini antara lain disebabkan sulitnya petani memperoleh benih yang berkualitas baik serta waktu panen yang tidak serempak. Tujuan pemuliaan tanaman kacang tanah di Indonesia adalah perbaikan potensi genetic hasil dan mutu biji, antara lain warna kulit biji. Salah satu komponen utama hasil menurut Ashley (1992) adalah jumlah biji per polong.
            Rais (1997) menyatakan bahwa tanaman kacang tanah berdaya hasil tinggi harus mempunyai jumlah biji dua, tiga, atau empat per polong. Sementara warna kulit biji tertentu yang disukai. Berkembangnya penyakit yang belum diikuti dengan penyediaan varietas tahan juga turut menghambat pengembangan kacang. Persilangan antarspesies mempermainkan peran penting dalam program pemuliaan tanaman. Teknik ini digunakan jika keragaman genetic yang diinginkan tidak ditemukan pada spesies yang dibudidayakan. Persilangan dengan antarspesies memungkinkan untuk mendapatkan hibrida dengan variasi yang tinggi, seperti adanya mutasi serta perluasan adaptasi baik terhadap lingkungan abiotik maupun biotic atau memperoleh individu dengan kombinasi karakter yang baru.
            Benih F1 yang dihasilkan fertile parsial bahkan steril, lambat matang, dan muncul beberapa sifat morfologi lain yang merupakan perpaduan antara kedua tetuanya (gosal dan bajaj 1983). Untuk menyelamatkan embrio dan meningkatkan daya kecambah biji F1 dapat dilakukan dengan kultur in vitro. Teknik ini banyak digunakan untuk menyelamatkan embrio atau biji hasil persilangan dengan cara mengkulturkannya pada media tumbuh yang sesuai (Raghavan 1986). Keberhasilan teknik kultur in vitro ditentukan oleh beberapa faktor, antara lain kondisi dan hubungan kekerabatan genotipe yang digunakan sebagai tetua, formulasi media, dan umur biji muda (embrio) yang dikulturkan. Tanaman hasil persilangan ini dapat diseleksi dan diuji ketahanannya terhadap penyakit.


IV.             Alat dan Bahan         :
ALAT
BAHAN
Gunting
Tanaman kacang merah yang sudah berbunga
pinset

Kantong pembungkus dari kertas (kertas wajik/ roti)

label

tali


V.                Cara Kerja                 :
1.    Pemilihan bunga, untuk memilih bunga betina pilih bunga yang masih kuncup, untuk bunga jantan pilih yang sudah mekar dengan masih mengandung pollen (serbuk sari)
2.    Melakukan emaskulasi (mencabut seluruh bunga-bunga jantan yang dijadikan betina atau pada tetua bunga betina).
3.    Pollinasi (penyerbukan), menempelnya bunga jantan pada bunga betina.
4.    Fertilisasi (pembuahan), menempelnya sel sperma pada sel telur, karena menyerbuk sendiri jadi tidak ada fertilisasi. 
5.    Isolasi atau menjaga agar tidak terjadi penyerbukan yang lain, yaitu dengan menutup bunga betina yang suda diisolasi.
6.    Pelabelan
-          Nama betina x nama jantan
-          Tanggal/ bulan/ jam
-          Nama breeder
VI.             Hasil Pengamatan      :
http://html.scribd.com/4dn0hw1rnkknw1a/images/8-483075eaf9/000.jpgSetelah hampir satu minggu ketika kantong penutup dibuka ternyata muncul tonjolan warna hijau. Dan lama kelamaan keluar polongnya.







VII.          Pembahasan   :
Adanya tonjolan berwarna hijau setelah penutup dibuka menandakan bahwa persilangan kacang merah berhasil dan akan menghasilkan hasil berupa kacang merah dengan kualitas yang lebih baik dari tetua betinanya.
Keberhasilan persilangan sangat ditentukan oleh kedekatan hubungan kekerabatannya. Hubungan kekerabatannya kedua tetua makin dekat dengan meningkatkan keberhasilan persilangan, sebaliknya hubungan yang mekin jauh akan menigkatakan keberhasilan persilangan. Penggunaan varietas kacang merah ini dimaksudkan untuk menilai. Keberhasilan persilangan kacang merah ini pada umumnya masih rendah. Hal ini ditunjukka oleh persentase polong yang tumbuh. Persentase keberhasilan polinasi cukup tinggi

VIII.       Kesimpulan    :
1.      Keberhasilan persilangan kacang merah dicirikan dengan adanya tonjolan warna hijau setelah proses isolasi dan boleh dibuka setelah cirri tersebut muncul.
2.      Kedekatan kekerabatan mementukan keberhasilan persilangan kacang merah.

















I.                   Judul                                      : Persilangan Tanaman Tomat
II.                Tujuan                        :
-       Mengetahui cara persilangan tanaman tomat dengan baik dan benar
-       Mendapatkan tanaman tomat dengan hasil yang paling baik (variasi karakter lain)
III.             Dasar Teori                :
Tomat (Lycopersicum esculentum Mill) budidaya bervariasi dalam ukuran, mulai dari tomat cherry, seukuran (1–2 cm) dengan ukuran tomat liar, sampai tomat beefsteak dengan diameter 10 cm atau lebih. Ukuran tomat umumnya : diameter 5–6 cm. Kebanyakan kultivar memproduksi buah warna merah (lycopene), tapi beberapa kultivar: oranye, pink, ungu, hijau, putih. Tomat untuk dikalengkan berbentuk panjang, 7–9 cm, diameter 4–5 cm dan dikenal sebagai tomat plum.
Tomat (Lycopersicum esculentum Mill) sudah tidak asing lagi bagi masyarakat karena sebagai tanaman sayuran tomat memegang peranan yang penting dalam pemenuhan gizi masyarakat. Dalam buah tomat banyak mengandung zat-zat yang berguna bagi tubuh manusia antara lain mengandung vitamin C, vitamin A (karotien) dan mineral (Tugiyono, 1995).
Klasifikasi:
Kerajaan: Plantae
Ordo: Solanales
Famili: Solanaceae
Genus: Solanum
Spesies:S. lycopersicum
Varietas-varietas tomat yang ada baik yang untuk dataran tinggi seperti Moneymaker, maascross, Extase, Bonset, Monresist, Geraldton, Smoothskin dan Indian River maupun varietas untuk dataran rendah seperti Intan, Ratna dan Berlian, tidak menunjukkan toleransi terhadap kekeringan. Sehingga perlu dilakukan usaha penciptaan varietas unggul tahan kering melalui perbaikan genetik.
Syarat Tumbuh adalah hal yang harus diperhatikan pada saat melakukan budidaya pada tanaman tomat, seperti :
·                     Dapat tumbuh didataran rendah dan tinggi
·                     Waktu tanam yang baik 2 bulan sebelum musim hujan berakhir (awal musim kemarau)
·                     Tanah gembur, kaya humus dan subur
·                     Drainase baik dan tidak menggenang
·                     PH sekitar 5-6
·                     Curah hujan optimal 100-220 mm/hujan
·                     Temperatur optimum 100-200 C (malam hari), 200-300 C (siang hari)

IV.             Alat dan Bahan         :
ALAT
BAHAN
Gunting
Tanaman tomat yang sudah berbunga
pinset

Kantong pembungkus dari kertas (kertas wajik/ roti)

label

tali


V.                Cara Kerja                 :
1.         Pilih dua tetua tomat yang masing-masing mempunyai karakter yang diinginkan, misalnya:
·         Hasil tinggi
·         Memiliki warna buah (merah dan kuning), bentuk buah, rasa buah
·         Ketahanan hama penyakit
·         Daya adaptasi lingkungan tinggi
·         Batang tegak
·         Varietas karakter lainnya
Untuk bunga betina dipilih yang masih kuncup.
2.         Emaskulasi
       Mencabut bunga jantan pada bunga yang dipilih dari tetua betina yang baru mekar.
3.         Isolasi
       Membungkus bunga betina yang telah diemaskulasi
4.         Pollinasi
-       Pilih dari pollen bunga tetua jantan yang telah membuka sempurna dan masih segar, dengan cara menempelkan/ mengusap-usapkan anther ke stigma.
-       Lakukan penutupan kembali.
5.      Pemberian label
Identitas teua betina x tetua jantan, hari, tanggal, waktu, dan nama pemulia.


 






                     Bunga yang baru mekar sebagai jantan                        Bunga yang masih kuncup sebagai betina


 










VI.             Hasil Pengamatan     :
Ø  Tidak keluar buah dari bunga
Ø  Munculnya pucuk baru
Ø  Bunga mati

VII.          Pembahasan  :
Dari persilangan tomat yang dilakukan setelah kurang lebih 2 minggu, bunga tidak berubah menjadi buah tetapi malah mati, dan timbulnya pucuk-pucuk baru pada dekat bunga. Hal ini dikarenakan pada saat Pollinasi kemungkinan besar saat anther diusapkan ke stigma pollen yang dipilih tidak menempel. Sehingga pembuahan tidak terjadi dan bunga yang terbungkus mati, dan pucuk-pucuk yang tumbuh dikarenakan dibuangnya daun-daun disekitar bunga yang disilangkan.

VIII.       Kesimpulan   :
Dalam persilangan proses Pollinasi adalah salah satu factor penentu berhasil atau tidaknya persilangan.



























I.                   Judul                                       : Persilangan Tanaman Jagung

II.                Tujuan                        : Mengetahui cara persilangan tanaman jagung
III.             Dasar Teori                :
            Jagung termasuk tanaman berumah satu, dimana bunga jantan dan bunga betina terpisah tetapi terdapat pada satu tanaman. Malai merupakan rangkaian bunga jantan yang terletak pada ujung batang. Malai bercabang-cabang, pada tiap cabang terdapat deretan spikelet yang masing-masing terdiri dari sepasang bunga jantan. Tiap bunga jantan mempunyai 3 kepala sari ( anther ), masing-masing menghasilkan tepung sari sampai 12 juta butir. Tepung sari sangat lembut dan ringan sehingga mudah tersebar oleh angin. Penyebaran tepung sari biasanya sejauh 6-15 m tetapi dapat mencapai 800 m. Tongkol muda yang biasanya tumbuh pada ruas batang ke-6 sampai ke-8 dari pangkal, merupakan rangkaian bunga betina. Pada janggung muda tersusun pasangan-pasangan bunga betina, tetapi hanya bunga disebelah atas dari masing-masing pasangan yang terus hidup. Rambut jagung adalah putik yang ujungnya bercabang dan penuh dengan bulu halus. Bulu halus jumlahnya semakin berkurang mendekati pangkal. Untuk pembuahan, tepung sari tumbuh kedalam putik melalui bulu tersebut. Satu tongkol hanya memerlukan paling banyak 800 - 1000 tepung sari. Bunga jantan masak lebih dulu daripada bunga betina ( protandri ). Pada umumnya tepung sari mulai menyebar 1-3 hari sebelum rambut keluar dari kelobot yang menutup.
Jagung adalah tanaman menyerbuk secara silang. Penyerbukan terjadi terutama oleh bantuan angin. Dilapang terjadi 97 % atau lebih penyerbukan silang antara tanaman satu dengan yang lain.
Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting, selain gandum dan padi.
Klasifikasi
Kerajaan : Plantae
Divisio : Angiospermae
Kelas : Monocotyledoneae
Ordo : Poales
Familia : Poaceae
Genus : Zea
Spesies : Zea mays L.
Usaha perbaikan kualitas produk dapat diarahkan pada perbaikan ukuran, warna, kandungan bahan tertentu, pembuangan sifat-sifat yang tidak disukai, ketahanan simpan, atau keindahan serta keunikan. Hal ini juga yang menjadi alasan dalam persilangan jagung. Dengan adanya persilangan, diharapkan tanaman jagungr persilanangn memiliki kualitas yang lebih bagus, baik dari segi kealitas maupun kuantitasnya.
Persilangan merupakan cara yang paling populer untuk meningkatkan variasi genetik, bahkan sampai sekarang karena murah, efektif, dan relatif mudah dilakukan. Pada dasarnya, persilangan adalah manipulasi komposisi gen dalam populasi. Keberhasilan persilangan memerlukan prasyarat pemahaman akan proses reproduksi tanaman yang bersangkutan

IV.             Alat dan Bahan         :
ALAT
BAHAN
Gunting
Tanaman jagung yang sudah berbunga
pinset

Kantong pembungkus dari kertas (kertas wajik/ roti)

label

tali


V.                Cara Kerja                 :
1.         Penentuan bunga betina
a.       Pilih tongkol yang silk-nya belum keluar dari klobotnya, kemudian dipotong
b.      Tutup dengan kantong dari kertas roti
2.         Penutupan bunga jantan
Tassel yang baru muncul dari daun benderanya dan bunganya belum mekar ditutup dengan kantong kertas roti.
3.         Pollinasi (dilakukan beberapa kali, 2-3 kali)
a.    Setelah silk keluar kurang lebih 10 cm, kantung dibuka dan silk dipotong sampai kurang lebih 2 cm di atas bekas pemotongan pertama.
b.    Pollen dari bunga jantan dikumpulkan di kantong yang menjadi pembungkus bunga jantan.
4.         Kemudian dilakukan perkawinan dengan cara menaburkan pollen dari bunga jantan ke rambut bunga betina yang telah dipotong, kemudian bunga betina yang telah diserbuki dibungkus menggunakan bekas pembungkus bunga jantan. Hal ini dilaukan agar tidak terjadi persarian bebas.








 












VI.             Hasil Pengamatan      :
Ø  Tidak keluar tongkol dari jagung yang disilangkan
Ø  Jagung rebah

VII.          Pembahasan   :
Dari persilangan jagung yang dilakukan setelah kurang lebih 2 minggu, tidak ada perubahan yang terjadi karena persilangan tidak terjadi. Karena pollen untuk persilangan yang tersedia habis, dan tanaman jagung pun rebah oleh hujan. Sehingga persilangan jagung yang dilakukan gagal.
Dalam melakukan percobaan, harus lebih hati-hati dalam setiap tahap-tahap yang dilakukan dalam percobaan, misalnya ketelitian dalam memilih tanaman yang akan disilangkan dan menutup bunga jagung.


VIII.       Kesimpulan    :
1.         Jagung termasuk tanaman berumah satu, dimana bunga jantan dan bunga betina terpisah tetapi terdapat pada satu tanaman.
2.         Jagung adalah tanaman menyerbuk secara silang.
3.         Teknik persilangan pada jagung di lakukan dengan cara menyatukan serbuk sari ke kepala putik dengan terlebih dahulu dilakukan penutupan pada alat kelamin jantan dan betina untuk menghindarkan penyerbukan silang bebas di alam .




1 komentar: