Minggu, 06 Januari 2013

PAPER KONSERVASI TANAH DAN AIR


PAPER
WADUK JATI LUHUR
Disusun untuk memenuhi salah satu tugas mandiri mata kuliah
 KONSERVASI TANAH DAN AIR
Dosen: Dr. H. M. Subandi, Drs., Ir., MP.



Logo-UIN-SGD
 









Disusun oleh:
MEILYA NUROKHMAH  208700989

AGROTECHNOLOGY SEMESTER IV


FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2010


Waduk Jatiluhur

Waduk Jatiluhur terletak di Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta (±9 km dari pusat Kota Purwakarta).Bendungan Jatiluhur adalah bendungan terbesar di Indonesia. Bendungan itu dinamakan oleh pemerintah Waduk Ir. H. Juanda, dengan panorama danau yang luasnya 8.300 ha. Bendungan ini mulai dibangun sejak tahun 1957 oleh kontraktor asal Perancis, dengan potensi air yang tersedia sebesar 12,9 milyar m3 / tahun dan merupakan waduk serbaguna pertama di Indonesia.
Di dalam Waduk Jatiluhur, terpasang 6 unit turbin dengan daya terpasang 187 MW dengan produksi tenaga listrik rata-rata 1.000 juta kwh setiap tahun, dikelola oleh PT. PLN (Persero). Selain dari itu Waduk Jatiluhur memiliki fungsi penyediaan air irigasi untuk 242.000 ha sawah (dua kali tanam setahun), air baku air minum, budi daya perikanan dan pengendali banjir yang dikelola oleh Perum Jasa Trita II.
Selain berfungsi sebagai PLTA dengan sistem limpasan terbesar di dunia, kawasan Jatiluhur memiliki banyak fasilitas rekreasi yang memadai, seperi hotel dan bungalow, bar dan restaurant, lapangan tenis, bilyard, perkemahan, kolam renang dengan water slide, ruang pertemuan, sarana rekreasi dan olahraga air, playground dan fasilitas lainnya. Sarana olahraga dan rekreasi air misalnya mendayung, selancar angin, kapal pesiar, ski air, boating dan lainnya.
Di perairan Danau Jatiluhur ini juga terdapat budidaya ikan keramba jaring apung, yang menjadi daya tarik tersendiri. Di waktu siang atau dalam keheningan malam kita dapat memancing penuh ketenangan sambil menikmati ikan bakar.
Dikawasan ini pula kita dapat melihat Stasiun Satelit Bumi yang dikelola oleh PT. Indosat Tbk. (±7 km dari pusat Kota Purwakarta), sebagai alat komunikasi internasional. Jenis layanan yang disediakan antara lain international toll free service (ITFS), Indosat Calling Card (ICC), international direct dan lainnya.
Bendungan Jatiluhur

Perum Jasa Trita II
  1. Sejarah
Latar Belakang Pembentukan PERUM JASA TIRTA II
Pengembangan sumber daya air terpadu sungai-sungai di Jawa Barat bagian Utara menjadi satu kesatuan hidrologis dengan Sungai Citarum sebagai sumber utama. Bentuk pengelolaan waduk, PLTA dan jaringan pengairan Jatiluhur sejak dibentuk tahun 1957 sampai dengan sekarang adalah :
1.                                 Proyek Serbaguna Jatiluhur (1957 - 1967)
Pembangunan Proyek Nasional Serbaguna Jatiluhur yang meliputi Bendungan Utama dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) serta sarana sistem pengairannya dinyatakan selesai pada tahun 1967.
Proyek Serbaguna Jatiluhur merupakan Tahap I dari Pengembangan  Sumberdaya Air di Wilayah Sungai Citarum dengan tujuan utama meningkatkan produksi bahan pangan Nasional yaitu beras. Untuk mengenang jasa salah satu Putra Terbaik Bangsa Indonesia Bendungan dan PLTA Jatiluhur diresmikan dengan nama Ir. H. Djuanda.
2.                                 Perusahaan Negara /PN Jatiluhur (1967 - 1970)
Agar potensi yang timbul dengan selesainya proyek PLTA Jatiluhur dapat diusahakan secara maksimal maka dibentuk Badan Usaha Negara dengan nama Perusahaan Negara (PN) Jatiluhur berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 1967, tanggal 24 Juli 1967.
3.                                 Perum "Otorita Jatiluhur" (1970 - 1998)
Sebagai Badan Usaha, pada waktu itu PN. Jatiluhur dalam usahanya harus memupuk keuntungan. Penyediaan air untuk pertanian yang bersifat sosial diusahakan secara komersial, sehingga pengelolaan sumber daya air menjadi tidak harmonis dan tujuan utama proyek menjadi tidak tercapai.  Agar pemanfaatan dan pengembangan potensi-potensi yang timbul dilaksanakan secara efektif dan efesien maka pengurusannya harus didasarkan atas prinsip-prinsip ekonomi yang dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Dengan dasar tersebut maka Pemerintah membentuk Perusahaan Umum dengan nama "Otorita Jatiluhur".
Dengan dibentuknya POJ, maka Badan-badan/Proyek-proyek dan Dinas-dinas yang berada di wilayah pengembangannya dan yang tugas serta kewajibannya menyangkut tujuan, tugas dan lapangan usaha POJ, dilebur kedalam POJ. Badan-badan tersebut adalah Proyek Irigasi Jatiluhur (Dep. PU), Proyek Pengairan Tersier Jatiluhur (Dep. Dagri), PN. Jatiluhur (Dep. Industri), Dinas PU Jawa Barat-Wilayah Purwakarta (Propinsi Jawa Barat).
4.                                 Perum Jasa Tirta II (1998 - sekarang)
Perum Otorita Jatiluhur dibentuk dengan Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 1970, kemudian disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 1980 dan pada tahun 1990 disesuaikan lagi dengan Peraturan Pemerintah Nomor 42.
Dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 1998 tentang Perusahaan Umum, maka POJ diubah dan disesuaikan dengan nama Perum Jasa Tirta II (PJT II) berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 1999. Sifat usaha PJT II adalah menyediakan pelayanan bagi kemanfaatan umum dan sekaligus memupuk keuntungan berdasarkan prinsip pengelolaan perusahaan. 

b.   Tugas Pokok dan Lapangan Usaha
Berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No. 94 tahun 1999 tanggal 13 Oktober 1999 dan Keputusan  Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah  Nomor : 18/KPTS/M/2000 tanggal 15 Desember 2000, tentang Pedoman Kegiatan Operasional Perum Jasa Tirta II, Tugas, Lapangan Usaha dan Kegiatan Perusahaan meliputi :
  1. Eksploitasi dan Pemeliharaan Prasarana pengairan dan ketenagalistrikan ;
  2. Pengusahaan air, sumber-sumber air dan ketenagalistrikan ;
  3. Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, a.1 : perlindungan, Pengembangan
    dan penggunaan air serta sumber air ;
  4. Rehabilitasi prasarana  ketenagalistrikan.

c.       Visi dan misi
Perum Jasa Tirta II adalah Badan Usaha Milik Negara berbentuk Perusahaan Umum yang bergerak dibidang penyediaan air baku dan listrik bagi kemanfaatan umum dan sekaligus memupuk keuntungan berdasarkan prinsip pengelolaan perusahaan.
Visi Perusahaan adalah terwujudnya perusahaan yang terkemuka dan berkualitas dalam pengelolaan air dan sumber air untuk memberikan pelayanan dalam penyediaan air untuk berbagai kebutuhan dan sumbangan terhadap ketahanan pangan nasional.
Untuk mewujudkan Visi Perusahaan di tetapkan di misi, sebagai berikut :
  1. Penyediaan air baku untuk air minum, listrik, pertanian, industri, pelabuhan, penggelontoran dan kebutuhan lainnya.
  2. Pembangkitan dan Penyaluran listrik tenaga air
  3. Pengembangan kepariwisataan dan pemanfaatan lahan.
  4. Mempertahankan ketahanan pangan melalui penyediaan air pertanian dan pengendalian bahaya banjir dengan upaya pelestarian perlindungan lingkungan melalui pemberian informasi, rekomendasi, dan penyuluhan
  5. Memaksimalkan laba dan memupuk keuntungan berdasarkan prinsip bisnis untuk terjaminnya kelestarian aset negara dan kesinambungan pelayanan kepada masyarakat

d.    Moto Perusahaan
"BERKEMBANG DAN BERBAKTI" yang maknanya “Bekerja untuk kepentingan dunia seakan-akan kita akan hidup abadi” mempunyai arti bahwa seakan-akan kita semua, baik yang tua maupun yang muda akan sempat mengalami/menikmati hasil karya kita, dan karenanya kita, baik yang tua maupun yang muda sanggup bekerja dengan semangat dan dedikasi yang sama, sehingga kita sama-sama berkembang.
“Bekerja untuk kepentingan akhirat seakan-akan kita akan segera mati esok hari” mempunyai arti bahwa kita setiap saat harus berusaha untuk menepati ajaran-ajaran agama, menunaikan  tugas kewajiban sebaik-baiknya serta berbakti sehingga kita setiap saat dapat mempertanggung- jawabkan segenap tugas kewajiban kita karena hidup kita ada di tangan Tuhan Yang Maha Esa yang setiap saat dapat pula mengakhirinya.
Ditetapkan Kebijakan Mutu yaitu : “Perum Jasa Tirta II berkomitmen senantiasa meningkatkan kualitas pengelolaan perusahaan melalui penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001-2000 secara konsisten.”

e.         DAERAH KERJA PERUSAHAAN
Wilayah Kerja Perum Jasa Tirta II mencakup 74 sungai dan anak-anak sungainya yang menjadi satu kesatuan hidrologis di Jawa Barat bagian Utara. Daerah kerja Perum Jasa Tirta II berada di Wilayah Sungai Citarum dan sebagian Wilayah Sungai Ciliwung – Cisadane meliputi daerah seluas + 12.000 km2.

Wilayah pelayanan Perum Jasa Tirta II pada 2 (dua) Propinsi, yaitu ; Propinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta yang mencakup sebagian Kotamadya Jakarta Timur, Kotamadya dan Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, sebagian Kabupaten Indramayu, sebagian Kabupaten Sumedang, Kotamadya Bandung dan Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, sebagian Kabupaten Cianjur dan sebagian Kabupaten Bogor.

f.                                              Arah Pengembangan Perusahaan
Arah Pengembangan Perusahaan difokuskan pada :
1.             Peningkatan efisiensi dan efektivitas pengelolaan prasarana produksi yang ada
2.             Program peningkatan produksi air baku dan pariwisata diharapkan dapat dilaksanakan dengan bermitra sektor swasta
3.             Peningkatan kemampuan dana Perusahaan dalam melaksanakan tugas-tugas Pemerintah, khususnya mendukung pemenuhan pangan Nasional melalui pengembangan pendapatan dari tarif pemanfaatan sumber daya air
4.             Melaksanakan pengkajian tentang Pembentukan Badan Pengelolaan Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane dan Way Seputih-Way Sekapung

g.                                             Bidang Usaha  dan Pelayanan Umum
Pelaksanaan tugas-tugas pokok dilaksanakan melalui dukungan, pengelolaan yang baik prasarana dan sarana pengairan, ketenagalistrikan dan pelayanan umum, yang dapat dijabarkan sebagai berikut :
·         Bidang Usaha
1.      Bidang Usaha Pelistrikan
Daya terpasang Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Ir. H. Djuanda di Jatiluhur antara tahun 1994 s.d. 1998 telah ditingkatkan (uprating) dari 150 MW menjadi 187 MW. Produksi listrik rata-rata dalam setahun sebesar 826 kWh, sebagian untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan pengembangan usaha, sedangkan sisanya dijual ke PT. PLN (Persero), melalui tegangan 150 kV dan 70 kV. Selain itu pada sistem pengairan terdapat banyak bangunan terjun dengan potensi minihidro 50 kVA sampai 5.000 kVA.
2.      Usaha Air Baku
Menyediakan dan menyalurkan air baku dari sumber-sumber air bagi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten dan Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya, mencapai 465 juta m3 (tahun 2009). Disamping itu menyediakan pula air baku kawasan industri dan zona-zona industri di daerah kerja Perusahaan.
3.      Usaha Kepariwisataan
Jatiluhur merupakan salah satu tujuan wisata di Jawa Barat dengan objek danau buatan yang sangat luas (+ 8.300 ha), dengan pemandangan alam yang sangat indah dipadukan dengan karya teknik hidrolis (ilmiah) berupa bendungan yang sangat besar dan PLTA. Usaha kepariwisataan dilengkapi dengan hotel, bungalow, convention hall, rekreasi air (jet sky), kapal pesiar, dayung, Water World.
4.      Usaha Lain-lain
a.       Pemanfaatan Lahan
Dalam upaya pengamanan dari pemanfaatan lahan dilakukan dengan cara sewa dalam waktu tertentu dan kerjasama usaha.
b.      Alat Berat dan Laboratorium
PJT II memiliki berbagai jenis alat-alat besar untuk pemeliharaan jaringan pengairan, yang dapat disewakan kepada pihak lain. Disamping itu PJT II menyediakan jasa pelayanan laboratorium untuk pengujian kualitas air yang merupakan salah satu laboratorium rujukan ”Komite Akreditasi Nasional” di Jawa Barat.
·      Pelayanan Umum
1.      Pengelolaan Irigasi
Dalam rangka penyediaan pangan nasional terutama beras. Perusahaan senantiasa mengupayakan penyediaan air rata-rata sejumlah 5,75 milyar m3 setiap tahun. PJT II menyediakan air irigasi untuk sawah seluas 305.000 ha yang meliputi 240.000 ha sawah yang mendapatkan air dari Bendungan Ir. H. Djuanda Jatiluhur (irigasi Jatiluhur) dan 56.000 ha sawah yang mendapatkan air dari sumber setempat (irigasi Selatan Jatiluhur). Dari areal irigasi tersebut setiap tahunnya memberikan kontribusi 6% terhadap produksi beras nasional atau 40 % terhadap produksi beras Jawa Barat.
2.      Pengelolaan Daerah Aliran Sungai
Dalam Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, PJT II mempunyai kewenangan pengelolaan dalam batas-batas aliran sungai (in-stream), serta melaksanakan kegiatan operasi dan pemeliharaan prasarana sumber daya air. Selain itu juga turut serta dalam upaya pelestarian, pengembangan dan pemanfaatan air dan sumber-sumber air dengan memberikan informasi, rekomendasi, penyuluhan/bimbingan kepada pemanfaatan air dan sumber-sumber air.

h.        Program Kemitraan dan Bina Lingkungan
Landasan hukum:
a.       Surat Keputusan Menteri Keuangan  Republik Indonesia No. 1232/KMK. 013/1989 Jo. No. 316/KMK.016/1994 petunjuk pelaksanaan Pembinaan Pengusaha Ekonomi lemah dan Koperasi (PPEL&K) di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum No. UM.04.04-MN/500, Perum Jasa Tirta II telah melaksanakan Program Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi sejak tahun 1991.1. Surat Keputusan Menteri Keuangan  Republik Indonesia No. 1232/KMK. 013/1989 Jo. No. 316/KMK.016/1994 petunjuk pelaksanaan Pembinaan Pengusaha Ekonomi lemah dan Koperasi (PPEL&K) di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum No. UM.04.04-MN/500, Perum Jasa Tirta II telah melaksanakan Program Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi sejak tahun 1991.
b.      Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara No. PER-05/MBU/2007 tanggal  27 April 2007 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.
1.      Program Kemitraan
Perum Jasa Tirta II telah melaksanakan program kemitraan dengan pengusaha kecil sejak tahun 1992, dalam memberikan pembinaan dan pinjaman lunak kepada usaha kecil. Perum Jasa Tirta II telah memberikan pinjaman kepada usaha kecil sampai dengan 15 April 2009 sebanyak 1.015 Mitra Binaan yang tersebar di wilayah kerja Perum Jasa Tirta II, secara komulatif  dari tahun 1992 s/d 15 November 2009 dengan jumlah dana yang disalurkan sebesar Rp.  9.697.700.000,00.
2.      Bina Lingkungan
Sampai dengan 15 April 2009 Perum Jasa Tirta II telah merealisasikan bantuan dana hibah Program Bina Lingkungan kepada masarakat disekitar Kantor Perum Jasa Tirta II tahun 2009 mencapai Rp. 1.087.972.900,00 dan Bantuan BUMN Peduli sebesar Rp. 85.000.000,00, dengan tujuan agar terciptanya keseimbangan sosial dan menggalang kebersamaan dengan masyarakat, sehingga tercipta iklim  yang kondusif terhadap pelaksanaan operasi kegiatan perusahaan.
Jenis bantuan Program Bina Lingkungan :
1.      Penyaluran BUMN Pembina (Perum Jasa Tirta II) disalurkan dalam bentuk :
ü  Bantuan Korban Bencana Alam   
ü  Bantuan Pendidikan dan/ atau pelatihan, memberikan bantuan biaya pendidikan kepada anak yatim/piatu/yatim piatu yang kurang mampu di sekitar Perusahaan. 
ü  Bantuan Pengembangan sarana dan prasarana umum 
ü  Bantuan Sarana Ibadah     
ü  Bantuan Kesehatan
ü  Bantuan Pelestarian Alam.
2.      Penyaluran BUMN Peduli yang realisasi penyaluran ditetapkan oleh Menteri.

i.          Jejaring
Networking diperlukan sebagai kekuatan PJT II dalam meningkatkan pengelolaan air dan sumber daya air, peningkatan kemampuan dan pengetahuan bagi pegawai dalam penelitian & pengembangan dengan pertukaran informasi dan pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya air melalui training, pertukaran staf dan lain-lain.
Networking of Asian river Basin Organization (NARBO), kegiatan NARBO:
1.      Advokasi, peningkatan kepedulian, pertukaran informasi, praktek dan proses pembelajaran dalam IWRM
2.      Membangun kapasitas RBO dalam penerapan IWRM dan memperbaiki kebijakan sumber daya air
3.      Memberikan pedoman teknis dan perencanaan, konservasi, pengembangan, operasi dan pemeliharaan fasilitas sumber daya air secara tepat dan efisien
4.      Kerjasama antar Negara untuk membantu meningkatan pengelolaan sumberdaya air dalam suatu DAS antar Negara.

Daftar Pustaka


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar